Daftar Blog Saya

Jumat, 19 Desember 2014

Pengukuran Kualitas Web

Mengukur dengan Webqual

Webqual merupakan salah satu metode atau teknik pengukuran kualitas website berdasarkan persepsi pengguna akhir. Metode ini merupakan pengembangan dari Servqual yang disusun oleh Parasuraman, yang banyak digunakan sebelumnya pada pengukuran kualitas jasa. Instrumen penelitian pada Webqual tersebut dikembangkan dengan metode Quality Function Development (QFD).

Webqual sudah mulai dikembangkan sejak tahun 1998 dan telah mengalami beberapa iterasi dalam penyusunan dimensi dan butir-butir pertanyaannya. Penelitian Barnes dan Vidgen (2003) yang menggunakan Webqual 4.0 untuk mengukur kualitas website yang dikelola oleh OECD (Organization for Economic Cooperation and Development). 


Webqual 4.0 tersebut disusun berdasarkan penelitian pada tiga area yaitu :
(1) kualitas informasi dari penelitian sistem informasi,
(2) interaksi dan kualitas layanan dari penelitian kualitas sistem informasi, e-commerce, dan pemasaran, serta
(3) usability dari human-computer interaction.

Webqual untuk menganalisis kualitas beberapa website, baik website internal (career center, staffsite, studentsite, central library, etc ) maupun website eksternal (website maskapai penerbangan dan e-banking, etc). Persepsi pengguna tersebut terdiri dari dua bagian, yaitu persepsi tentang mutu layanan yang dirasakan (aktual) dengan tingkat harapan (ideal).

Website yang bermutu dari perspektif pengguna dapat dilihat dari :
(1) Tingkat persepsi layanan aktual yang tinggi dan
(2) Kesenjangan persepsi aktual dengan ideal (gap) yang rendah. Tingkat pengukurannya banyak menggunakan seven-likert scale.

Sebenarnya langkah-langkah pengerjaan analisis pada Webqual4.0 secara umum seperti apa sih ?

Webqual pada dasarnya mengukur mutu sebuah web berdasarkan persepsi dari pengguna atau pengunjung situs. Jadi pengukurannya menggunakan instrumen penelitian atau kuisioner, yang oleh penemunya dibuat berdasarkan konsep house of quality dengan struktur instrumennya juga mengacu ke model SERVQUAL.

Jadi Anda harus mencari contoh daftar pertanyaan dengan webqual lalu dimodifikasi atau disesuaikan dengan obyek (sebuah situs internet) yang akan kita teliti. Tahap-tahap praktisnya adalah :
(a) cari contoh kuisener webqual di internet, biasanya english,
(b) terjemahkan dan sesuaikan setiap item atau butir pertanyaan dengan situs yang akan diteliti,
(c) lakukan content validity semacam uji pemahaman kuisener oleh responde apakah memahami dan tidak miss interpretasi,
(d) lakukan perbaikan redaksionak berdasarkan masukan dari hasil content validity,
(e) lakukan uji reliabilitas dan validitas kuisener,
(f) sempurnakan kuisener berdasarkan hasil reliabilitas dan validitas,
(g) menyebarkan kuisener ke responden, ini adalah penelitian utama kita.

Misalnya, kita ingin menganalisis website toko buku dgn website travel online, maka perbedaan toko buku online dengan travel online terkait dengan tahap (b) yaitu disesuaikan dengan karakteristik atau fitur yang ada di website masing-masing. Namun pada dasarnya butir dan dimensi pertanyaan pada webqual hampir sama saja, kecuali kalo fitur situs yang kita teliti tidak lengkap. Sebagai contoh, salah satu butir di webqual terkait dengan transaksi elektronik. Jika situs yang kita teliti tidak menyediakan pemesanan dan pembayaran transaksi melalui situs tersebut maka butir pertanyaan tersebut menjadi tak relevan. Atau dengan kata lain pertanyaan tersebut dihilangkan.

Bagaimana cara memilih sebuah website yang bagus untuk dianalisis?

Pengertian bagus itu relatif. Namun bisa saja anda memilih fitur yang paling lengkap atau perusahaannya yang tergolong bagus. Bisa juga terkait dengan tujuan penelitian kita, misalnya membandingkan kelengkapan fitur atau besar-kecilnya (bagus-tidaknya) perusahaannya.

Terkait dengan pertanyaan sebelumnya, andai saya berencana menganalisis 2 website, dalam pemilihannya apakah kedua website harus sama persis fitur-fitur layanannya ?

Kalau untuk dibandingkan sebaiknya mempunyai fitur layanan yang sama, walaupun kualitasnya mungkin berbeda. Pertimbangan lainnya adalah apakah pengguna akhir (end user) dari sistem tersebut relatif mudah dan banyak untuk dijadikan responden.

Apakah webqual bisa digunakan untuk mengaudit ?

Hasil webqual bisa saja dijadikan salah satu informasi pada audit IT, yaitu menganalisis perspektif user terhadap mutu layanan web. Temuannya bisa dikonfrontir dengan persektif lain misalnya pengelola IT atau kebijakan dan SOP yang telah ditetapkan

Dalam melakukan penelitian tentang kualitas website, pembuatan kuesioner dapat menggunakan metode SERVQUAL, sedangkan analisis mengunakan Struktural Equation Model (SEM).

Tentang SEM dalam hal ini, dan pengambilan data bisakah dilakukan secara sekunder, berapa jumlah data yg diperlukan??

Memang instrumen WEBQUAL disusun berdasarkan konsep House of Quality yang juga merupakan dasar dalam penyusunan SERQUAL. Instrumen yang digunakan untuk kedua model tersebut pada intinya merupakan pertanyaan2 (kuisener) yang harus diisi oleh pengguna langsung (end user) dari web (WEBQUAL) atau jenis layanan lain (SERVQUAL). Pengukuran dengan instrumen kuisener tersebut bersifat pengukuran langsung (data primer)yang bersifat perspektual measurement. Ada metode lain yang bisa digunakan, misalnya dengan menggunakan webstatistic yang didisain khusus. Metode terakhir ini bersifat actual usage yang biasanya digunakan lebih ke arah analisis model adopsinya.

SEM pada dasarnya untuk mengukur dan menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung dari sekumpulan variabel yang secara teoritis (berdasarkan premis-premis) membentuk paradigma atau persamaan struktural. Pengambilan data penelitian digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel sesuai dengan persamaan struktural tersebut.

Website seperti apa yang bisa dijadikan penelitian ? Apa batasannya ? Kalau untuk website penelitian, apakah harus ada transaksi di dalamnya ? Bisakah jika saya menggunakan website pendidikan seperti sekolah dsb ?

Webqual bisa digunakan untuk mengukur kualitas setiap website, baik yang hanya bersifat informasional maupun transaksional. Dengan webqual ini malah bisa diketahui atribut atau fitur website apa saja yang sudah baik atau yang masih memerlukan perbaikan. Jadi silahkan saja ditentukan website yang kira-kira menarik untuk diteliti.


(sumber:   bhermana, gunadarma)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar